walpaper

walpaper

Sabtu, 26 Februari 2011

Sirsak Si Pembunuh Kanker. . .

Benarkah daun sirsak dapat menyembuhkan kanker?

 Anda pasti sering menemukan sirsak, di pasar swalayan ataupun di penjual jus.Siapa sangka, buah yang rasanya manis ini memiliki khasiat yang ribuan kali lebih dasyat dibanding melakukan upaya medis seperti kemoterapi.

Sirsak memiliki khasiat sebagai anti bakteri, anti jamur, efektif melawan brbagai jenis parasit, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali system syaraf yang kurang baik. Bahkan kemampuannya yang terhebat adalah mampu membunuh sel kanker.

Ini merupakan harapan baru bagi para penderita kanker.

Buah yang pohonnya pendek ini mampu melindungi sistem kekebalan tubuh dan mencegah infeksi, sementara kemoterapi tidak bisa. Efek dari mengkonsumsi sirsak juga bisa membuat penderita kanker merasa lebih kuat karena sirsak meningkatkan energi dan membantu proses penyembuhan, tidak seperti kemoterapi yang membuat pasien lemah.

Tak hanya buahnya, kulit kayu, akar, daun dan bijinya sebaiai obat unutk menyembuhkan sakit jantung, asma, masalah liver, dan reumatik. Banyak manfaat yang dapat kita gunakan dari sirsak entah itu dari buah bahkan daunnya.

Maukah Anda mencobanya???
  1. 10 lembar daun sirsak yang sudah tua (warnanya hijau tua) dicuci bersih lalu dicampur ke dalam 3 gelas air putih dan direbus hingga menguap dan air tinggal 1 gelas saja.
  2. Air yang tinggal 1 gelas itu diminum pada penderita setiap hari, minum rebusan daun sirsak dua kali sehari.
  3. Setelah minum, pada beberapa penderita efeknya badan terasa agak panas mirip dengan pasien yang sedang melakukan kemoterapi.

Tak ada salahnya bukan mencoba yang alami tanpa efek samping. Setelah 2 minggu lakukan pemeriksaan ke dokter untuk membuktikan khasiatnya.

Jumat, 12 November 2010

Bagaimana Sih Caranya Menahan Emosi Kita ??

Ketika emosi kita memuncak maka segala sifat buruk yang ada dalam diri akan sulit dikendalikan dan rasa malupun kadang akan hilang berganti dengan segala sifat buruk demi melampiaskan kemarahannya kepada benda, binatang, orang lain, dll.

Oleh sebab itu sebaiknya bila ada rasa emosi , segera dikendalikan dengan menyalurkan emosi kepada hal-hal yang tidak melanggar hukum dan tidak merugikan orang lain.


Sementara ada cara umum yang sering digunakan oleh sebagian orang untuk mengendalikan emosinya :
  • Menenangkan diri dan hati ditempat yang nyaman, jika sedang marah alihkanlah perhatianmu kepada sesuatu yang kamu sukai, misalnya tempat yang sunyi dan asri seperti taman, pantai, kebun, ruang santai, jika emosimu agak memuncak mungkin rekreasi adalah berguna untuk melakukan penyegaran diri. 
  • Carilah kesibukan yang kamu sukai, lupakan sejenak kejadian yang membuatmu emosi, alihkanlah kepada sesuatu yang menyibukkan dan menyenangkan hatimu, seperti mendengarkan musik, main game, bermain musik, membaca buku, chating, menulis artikel, nonton film, olah raga, dll.  
  • Curahkan hati kepada orang lain yang bisa kamu percaya, berbagi cerita dengan orang lain, itu sangat membantu mengurangi beban yang ada di hatimu, seperti sahabat, pacar / kekasih, isteri, orang tua, saudara, kakek, nenek, paman, bibi, dll.  
  • Carilah penyebab dan solusinya, ketika pikiranmu mulai tenang, cobalah pikirkan sumber permasalahan dan cara menyelesaikannya, karena dengan begitu akan membantu mengurangi beban pikiranmu. 
  • Ketika kamu sedang emosi berusahalah untuk cuek dan ubahlah rasa marah itu menjadi sesuatu yang kelihatannya tidak penting.  
  • Kendalikanlah emosimu dengan latihan kesadaran pikiran dan diri, seperti yoga, meditasi, dll. 
  • Perbanyak beribadah itu akan menambah kesadaran dan kesabaranmu, yang penting kamu harus rutin menjalankannya dan tetap berjalan pada rel yang benar ( tidak menyimpang dari Tuhan ).                                                                                                                  
Kesabaran seseorang tidak datang dengan sendirinya, tetapi sikap sabar itu didapat karena awalnya memang orang itu melakukan latihan-latihan. Jangan cemas dan berusahalah tetap tenang, semoga itupun dapat mengimbangi sikap emosimu.


Selasa, 19 Oktober 2010

Posisi Meneran

          Bantu ibu untuk memperoleh posisi yang paling nyaman. Ibu dapat mengubah-ubah posisi secara teratur selama kala II karena hal ini dapat membantu kemajuan persalinan, mencari posisi meneran yang paling efektif dan menjaga sirkulasi utero-plasenter tetap baik.

Macam – macam posisi ibu saat meneran :
ø       Posisi merangkak atau berbaring miring ke kiri
Beberapa ibu merasa bahwa merangkak atau berbaring miring ke kiri (Gambar 1) membuat mereka lebih nyaman dan efektif untuk meneran. Kedua posisi tersebut juga akan membantu perbaikan posisi oksiput yang melintang untuk berputar menjadi posisi oksiput anterior dan dapat membantu penurunan kepala janin lebih dalam ke panggul. Posisi merangkak seringkali membantu ibu mengurangi nyeri punggung saat persalinan. Posisi berbaring ke kiri memudahkan ibu untuk beristirahat diantara kontraksi jika ibu mengalami kelelahan dan juda dapat mengurangi risiko terjadinya laserasi perineum serta meningkatkan oksigenasi bagi bayi.  

Gambar 1 : Merangkak dan berbaring miring ke kiri

ø       Posisi jongkok atau berdiri
Jongkok atau berdiri (Gambar 2) membantu mempercepat kemajuan kala II persalinan dan mengurangi rasa nyeri serta akan membantu dalam penurunan janin dengan bantuan gravitasi bumi untuk menurunkan janin kedalam panggul dan terus turun kedasar panggul. Posisi berjongkok akan memaksimumkan sudut dalam lengkungan Carrus, yang akan memungkinkan bahu besar dapat turun ke rongga panggul dan tidak terhalang (macet) diatas simpisis pubis. Dalam posisi berjongkok ataupun berdiri, seorang ibu bisa lebih mudah mengosongkan kandung kemihnya, dimana kandung kemih yang penuh akan dapat memperlambat penurunan bagian bawah janin.
    
Gambar 2 : Jongkok atau berdiri

ø       Posisi duduk atau setengah duduk
Posisi duduk atau setengah duduk (Gambar 3) dapat memberikan rasa nyaman bagi ibu dan memberikan kemudahan baginya untuk beristirahat di antara kontraksi. Keuntungan dari kedua posiis ini adalah gaya grafitasi untuk membantu ibu melahirkan bayinya.

Gambar 3 : Posisi duduk atau setengah duduk

ø       Posisi terlentang (supine)
Posisi terlentang (Gambar 4) tidak dianjurkan bagi ibu sebab dapat menyebabkan hipotensi karena bobot uterus dan isinya menekan aorta, vena cava inferior serta pembuluh-pembuluh darah lain sehingga menyebabkan suplai darah ke janin menjadi berkurang, dimana akhirnya ibu dapat pingsan dan bayi mengalami fetal distress ataupun anoksia janin. Posisi ini juga menyebabkan waktu persalinan menjadi lebih lama, besar  kemungkinan terjadinya laserasi perineum dan dapat mengakibatkan kerusakan pada syaraf kaki dan punggung
           
Gambar 4 : Posisi terlentang (supine)


DAFTAR PUSTAKA

Wiknjosastro. 2008. Asuhan Persalinan Normal & Inisiasi Menyusui Dini. Jakarta: JNPK-KR
Http://lenteraimpian.wordpress.com/2010/03/16/asuhan-sayang-ibu-dan-posisi-meneran/

Kamis, 14 Oktober 2010

Sabar

Sabar adl tabah hati tanpa mengeluh dalam menghadapi
godaan dan rintangan dalam jangka waktu tertentu dalam rangka
mencapai tujuan.

Sabar :
1. Ketabahan menghadaapi musibah, disebut sabar, kebalikannya adalah
gelisah dan keluh kesah
2. Kesabaran menghadapi godaan hidup nikmat disebut, mampu menahan
diiri, kebalikannya adalah tidak tahanan.
3. Kesabaran dalam peperangan disebut pemberani, kebalikannya disebut
pengecut
4. Kesabaran dalam menahan marah disebut santun, kebalikannya
disebut pemara
5. Sabar dalam menghadapi bencana yang mencekam disebut lapang dada,
kebalikannya disebut sempit dadanya.
6. Sabar dalam mendengar gossip disebut mampu menyembunyyikan rahasia
7. Sabar terhadap kemewahan disebut zuhud, kebalikannya disebut
serakah
8. Sabar dalam menerima yang sedikit disebut kaya hati,
kebalikannya disebut tamak, rakus.

Ada tiga tingkatan orang sabar :
1. Orang yang dapat menekan habis dorongan hawa nafsu hingga tidak
ada perlawanan sedikitppun, dan orang itu bersabar secara konstan.
Mereka adalah orang yang sudah mencapai tingkat shiddiqin.
2. Orang yang tunduk total kepada dorongan hawa nafsunya sehingga
motivasi agama sama sekali tidak dapat muncul. Mereka termasuk
kategori orang-orang yang lalai.
3. Orang yang senantiasa dalam konflik antara dorongan hawa nafsu
dengan dorongan keberagamaan. Mereka adalah orang yang
mencampuradukkan kebenaran dengan kesalahan.

Secara psikologis, tingkatan orang sabar dapat dibagi menjadi tiga,
yaitu :
1. Orang yang sanggup meninggalkan dorongan syahwat. Mereka termasuk
kategori orang-orang yang bertaubat.
2. Orang yang ridla (senang/puas) menerima apapun yang ia terima
dari Tuhan, mereka termasuk kategori zahid.
3. Orang yang mencintai apapun yang diperbuat Tuhan untuk dirinya,
mereka termasuk kategori shidddiqin.